Guru Ekonomi MAN 3 Pekalongan

Kamis, 13 Oktober 2011

KAROMAH SHOHABAT

KAROMAH PARA SHAHABAT NABI
oleh Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB (PISS-KTB) pada 24 Agustus 2011 jam 3:48
PERTANYAAN
Bazr Jamhar
kenapa sahabat tidak tampak karomahnya sedangkan waliullah mempunyai karomah yg bermacam-macam...??

JAWABAN
...
عبدالرحيم الثوري
Karomah Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq

Didalam kitab " جامع كرامات الأولياء " karya Imam Yusuf An-Nabhani (1265 H - 1350 H) cetakan Dar El-Fikr jilid 1 halaman 128 diterangkan sebagai berikut:

و قال الفخر الرازى فى تفسير سورة الكهف : و قد ذكر قليلا من كرامات الصحابة فقال : أما أبو بكر رضي الله عنه فمن كراماته : أنه لما حملت جنازته الى باب قبر النبي صلى الله عليه و سلم و نودي السلام عليك يا رسول الله , هذا أبو بكر بالباب فاذا الباب قد انفتح و اذا بهاتف يهتف من القبر : أدخلوا الحبيب الى الحبيب
"Dan Imam Fakhrur Rozi berkata di dalam kitab tafsir Surat Al-Kahfi: Dan sesungguhnya aku hanya menceritakan sedikit tentang karomahnya sahabat Nabi Muhammad saw. Ia berkata: Adapun karomahnya Abu Bakar RA, di antaranya: Ketika jenazahnya (Abu Bakar) dibawa ke pintu makam Nabi Muhammad saw, beliau mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad saw: As-Salamu 'alaika yaa Rasulallah (Semoga keselamatan Allah dilimpahkan kepada engkau hai Rasulullah !!). Ini adalah Abu Bakar di pintu makammu. Kemudian, seketika itu juga pintu makam benar-benar terbuka. Seiring dengan itu ada suara hatif (suara tanpa rupa) yang keluar dari makam itu menjawabnya: Silahkan masuk kekasih Allah kepada kekasih-Nya yang lain !"

Mbah Jenggot
 ‎1. Karomah Abu Bakr As-Siddiq Fakhrur Razi, tatkala menafsirkan Surat AI¬Kahfi banyak menceritakan tentang karomah para sahabat Nabi termasuk di dalamnya karomah Abu Bakr As-Siddiq. Diceritakan bahwa saat mayat Abu Bakr dibawa dan mendekati pintu makam Rasulullah, para pengusung mengucapkan salam, "Assalammu'alaika ya Rasulullah, ini Abu Bakr sedang di luar pintu". Tanpa diduga pintu makam langsung terbuka dan terdengar suara, "Masuklah orang yang dicintai kepada orang yang mencintainya" Menurut Imam Taj Al-Subki, Abu Bakr memiliki 2 macam keramat. Pertama, mengetahui penyakit yang dialaminya membawa kematian dan mengetahui bayi yang ada didalam kandungan isterinya adalah bayi perempuan.

2. Karomah Umar Ibn Al-Khatab Al- Faruq Sarriyyah Ibn Zanim adalah salah seorang pemimpin bala tentara Umar Ibn Al Khattab. Suatu ketika dia sedang berada di medan peperangan dan saat balatentera yang dipimpinnya berada di pintu Nuhawand. Saat itu, Umar Ibn-Al Khatab sedanan berada di atas mimbar untuk membacakan khotbah, tiba-tiba saja dia berteriak agar Sarriyyah Ibn Zanim mengubah strategi perang. Padahal saat itu Sarriyyah Ibn Zanim berada di arena pertempuran di negeri timur, sedangkan Umar di Madinnah. Kemudian suara komando Umar tersebut didengar oleh Sarriyyah yang segera mengubah strategi perangnya. Diceritakan, di masa Umar Ibn Al-Khattab pernah terjadi gempa bumi yang maha dahsyat. Kemudian Umar bertahmid dan memukulkan cemetinya seraya berkata, "Hai bumi, tenanglah kamu!" Maka dengan segera bumi tenang kembali seperti semula. Saat penaklukkan kota Mesir di bawah panglima 'Amr Ibn Al-As, terjadi kekeringan di sungai Nil. Menurut penduduk Mesir air akan mengalir lagi bila seorang perempuan harus menjadi korban sebagai tumbal. Perihal ini ,'Amr Ibn Al-As melaporkannya kepada Umar Ibn Al¬Khattab. Lalu Umar menuliskan surat kepada sungai Nil yang berbunyi, "Dari Umar Amirul Mukminin kepada sungai Nil di Mesir. Amma badq. Jika kamu mengalir dengan kehendakmu, maka janganlah kamu mengalir. Namun jika kamu mengalir karena kehendak Allah Yang Maha Esa dan Perkasa, maka kami mohon kepada Allah Yang Maha Esa dan Perkasa untuk mengalirimu" Selanjutnya surat itu dilemparkan ke dalam sungai Nil. Dan pada malam harinya suangai Nil mulai berair.

3. Usman Ibn ‘Affan Usman terkenal dengan ketajaman firasatnya, yang oleh Ibn Taymiyyah digolongkan karomah yang dianugrahkan Allah kepadanya. Ketajaman firasatnya telah dibuktikan ketika dia berada di sebuah majelis taklim. Ketika itu datang seorang laki-laki dan wanita yang bukan muhrimnya. Usman mengatakan, "Ada 2 orang di antara kalian yang datang, sedangkan kedua matanya terlihat bekas berzinah..! " sindir Usman. Kemudian orang tersebut terkejut dan mengira bahwa Usman telah mendapatkan wahyu dari Allah sebagaimana layaknya Nabi Muhammad SAW.

4. Karomah'Ali Ibn Abi Thalib Ali terkenal bisa berdialog dengan orang¬-orang yang telah meninggal. Pada suatu hari bersama Said Ibn Al-Musayyab, Ali masuk ke lingkungan makam kota Madinnah, dan mengucapkan salam kemudian menawarkan apakah mereka yang akan memberi kabar terlebih dahulu ataukah Ali. Mereka (para ahli kubur) menjawab, "Engkau beritakan kami kejadian apa yang ada sepeninggal kami?" Ali menjawab, "Sepeninggal kalian, isteri-¬isteri kalian menikah lagi, harta benda kalian telah dibagi menjadi warisan, dan anak-anak kalian menjadi yatim" "Dan bagaimana berita dari dalam kubur?" lanjut 'Ali. Mereka mengatakan, "Kain kafan telah tersobek, rambut-rambut jadi berantakan, kulit-kulit telah tercabik-cabik, mataku turun sampai ke pipi, mulutku mengeluarkan cairan bercampur nanah, apa yang kuperbuat di atas dunia telah kudapatkan balasannya di dalam ini, aku sedang menunggu nasib di masa mendatang." Diriwayatkan pula bahwa Ali dapat menyembuhkan orang yang sakit lumpuh bertahun-tahun. Hal ini terbukti telah membuat orang lumpuh yang diketemukannya saat Ali dan putra kembarnya, Hasan dan Husain mendatangi Ka'bah untuk beribadah, lalu bertemu dengan orang lumpuh tersebut akibat dari perbuatan sebelumnya. Maka'Ali pun mendoakan dan menyerukan kepadanya untuk berjalan, maka orang tersebut dapat berjalan seperti orang-orang sehat lainnya. Fakhrur Razi menjelaskan bahwa sebagian karomah Ali adalah dapat menyambung tangan yang telah dipotong, akibat kisas pencurian, hal ini terjadi pada budaknya sendiri.
5. Karomah Sa'ad Ibn Abi Waqqas Yang terkenal adalah kemustajaban doanya. sebagaimana diceritakan Tabrani Ibn 'Asakir dan Abu Nu'aem dari Abi Qubaisyah bahwa pada suatu hari, Sa'ad pernah dihina dan dicaci maki oleh seseorang yang tidak mengenalnya. Kemudian Sa'ad berdo'a kepada Allah, "Ya Allah, hentikanlah gangguan lidah dan tangan orang yang menghinaku ini!" Dan saat orang tersebut ikut terlihat dalam peperangan, anak panah menancap ke bagian mulut dan tangannya, sehingga benar-benar tidak dapat berbicara dan memegang sesuatu. At-Tabrani juga telah mengemukakan suatu riwayat dari Ammir Ibn Sa'ad, bahwa ketika Sa'ad bertemu dengan orang yang mencaci maki Ali Ibn Abi Thalib, kemudian Sa'ad menegurnya, "Jangan kau caci orang yang telah meninggal dunia, nanti aku akan mendoakanmu". Orang tersebut mengatakan, "Aku tidak takut dengan gertakmu” Akhirnya Sa'ad pun berdoa, "Ya Allah berilah orang ini atas pelajaran hinaannya terhadap orang yang telah meninggal" Seketika itu, disaksikan oleh orang banyak, si penghina itu terkena siksa-Nya.

6. Karomah Khalid Ibn Walid Khalid seorang tidak terkena mudlaratnya racun yang diminumnya. Juga dapat mengubah isi guci yang semula khamer menjadi cuka. Banyak riwayat tentang karamat Khalid Ibn Al-Walid, diantaranya sebagaimana disebutkan Abu Ya’la dan Abu Nu’aim. Suatu ketika Khalid memakan makanan beracun dan tidak terkena oleh racunnya tersebut.

7. Karomah Usayd Ibn Khudayr Ketika sedang membaca AI-Qur’an Surat Al-Kahfi, malaikat turun seperti bayangan halus dari langit untuk mendengar bacaan yang begitu indah dan merdu. Dan malaikat pun pernah memberi salam kepada Usayd Ibn Khudayr.
8.Karomah Salman AI-Farizi Yang pernah makan bersama Salman satu piring, kemudian piring dan seluruh isinya terdengar mengucapkan tasbih kepada Allah SWT.

9.Karomah Ubbad Ibn Basyar Yang pernah bersama-Sams pulang dari Majelis Rasulullah pada malam yang gelap gulita, kemudian muncul cahaya sebagai penerang mereka, dan saat mereka berpisah, cahaya itupun terbelah menjadi 2 untuk dapat menerangi masing-masing dari mereka. Nah, begitulah kisahnya. Satu hal yang perlu Anda ketahui, bahwa kemunculan keramat dalam As-Sunnah yang dialami oleh beberapa sahabat Nabi dalam berbagai kejadian, tentunya melalui proses panjang dan sifatnya temporer saja, alias tidak kontinu. Syariat dan ibadah yang mereka jalankan tidak menyalahi dan menyimpang dari tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
DAN TENTU MASIH BANYAK LAGI KAROMAH YANG DIMILIKI PARA SAHABAT NABI.

Aqidah ahlussunnah wal jamaah

Aqidah Ahlussunah
(kitab Aqidatul Awam)

Itulah sedikit cuplikan yang menggambarkan adanya indikasi kitab Aqidatul Awam sudah agak terkontaminasi oleh faham Wahabi. Tentunya hal ini bisa terjadi melalui syarah-syarah (penjelasan-penjelasan) yang dibuat oleh orang-orang yang berpaham Wahabi. Tetapi kami tidak akan membahas tentang adanya indikasi “pencemaran” kitab aqidatul Awam. Di sini kami hanya merasa perlu sedikit memperkenalkan kitab Aqidatul Awam. Dari sekelumit yang kami sajikan tentang apa sebenarnya isi pembahasan kitab Aqidatul Awam, kami berharap dapat memberikan informasi “sekilas info” isi kitab Aqidatul Awam. Sajian ini disampaikan oleh KH. Thobary Sadzily, semoga bermanfaat buat kita semua, mari kita simak apa isi kitab Aqidatul Awam….

50 AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

Oleh: Thobary Syadzily

Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah terdiri dari 50 aqidah, di mana yang 50 aqidah ini dimasukkan ke dalam 2 kelompok besar, yaitu:

1. Aqidah Ilahiyyah (عقيدة الهية) dan

2. Aqidah Nubuwwiyah (عقيدة نبوية)

Adapun Aqidah Ilahiyyah terdiri dari 41 sifat, yaitu:

a. 20 sifat yang wajib bagi Allah swt: wujud (وجود), qidam (قدم), baqa (بقاء), mukhalafah lil hawaditsi (مخالفة للحوادث), qiyamuhu bin nafsi (قيامه بالنفس), wahdaniyyat (وحدانية), qudrat (قدرة), iradat (ارادة), ilmu (علم), hayat (حياة), sama’ (سمع), bashar (بصر), kalam (كلام), kaunuhu qadiran (كونه قديرا), kaunuhu muridan (كونه مريدا), kaunuhu ‘aliman (كونه عليما), kaunuhu hayyan (كونه حيا), kaunuhu sami’an (كونه سميعا), kaunuhu bashiran (كونه بصيرا), dan kaunuhu mutakalliman (كونه متكلما).

b. 20 sifat yang mustahil bagi Allah swt: ‘adam (tidak ada), huduts (baru), fana’ (rusak), mumatsalah lil hawaditsi (menyerupai makhluk), ‘adamul qiyam bin nafsi (tidak berdiri sendiri), ta’addud (berbilang), ‘ajzu (lemah atau tidak mampu), karohah (terpaksa), jahlun (bodoh), maut, shamam (tuli), ‘ama (buta), bukmun (gagu), kaunuhu ‘ajizan, kaunuhu karihan, kaunuhu jahilan (كونه جاهلا), kaunuhu mayyitan (كونه ميتا), kaunuhu ashamma (كونه أصم), kaunuhu a’ma (كونه أعمى), dan kaunuhu abkam (كونه أبكم).

c. 1 sifat yang ja’iz bagi Allah swt.

Aqidah Nubuwwiyah terdiri dari 9 sifat, yaitu:

a. 4 sifat yang wajib bagi para Nabi dan Rasul: siddiq (benar), tabligh (menyampaikan), Amanah, dan fathanah (cerdas).

b. 4 sifat yang mustahil bagi para Nabi dan Rasul: kidzib (bohong), kitman (menyembunyikan), khianat, dan baladah (bodoh).

c. 1 sifat yang ja’iz bagi para Nabi dan Rasul.

*****

I. DALIL-DALIL SIFAT WAJIB BAGI ALLAH SWT:

1. Dalil sifat Wujud (Maha Ada): QS Thaha ayat 14, QS Ar-Rum ayat 8, dsb.

2. Dalil sifat Qidam (Maha Dahulu): QS Al-Hadid ayat 3.

3. Dalil sifat Baqa (Maha Kekal): QS Ar-Rahman ayat 27, QS Al-Qashash ayat 88.

4. Dalil sifat Mukhalafah lil Hawaditsi (Maha Berbeda dengan Makhluk): QS Asy-Syura ayat 11, QS Al-Ikhlas ayat 4.

5. Dalil sifat Qiyamuhu bin Nafsi (Maha Berdiri Sendiri): QS Thaha ayat 111, QS Fathir ayat 15.

6. Dalil sifat Wahdaniyyat (Maha Tunggal / Esa): QS Az-Zumar ayat 4, QS Al-Baqarah ayat 163, QS Al-Anbiya’ ayat 22, QS Al-Mukminun ayat 91, dan QS Al-Isra’ ayat 42-43.

7. Dalil sifat Qudrat (Maha Kuasa): QS An-Nur ayat 45, QS Fathir ayat 44.

8. Dalil sifat Iradat (Maha Berkehendak): QS An-Nahl ayat 40, QS Al-Qashash ayat 68, QS Ali Imran ayat 26, QS Asy-Syura ayat 49-50.

9. Dalil sifat Ilmu (Maha Mengetahui): QS Al-Mujadalah ayat 7, QS At-Thalaq ayat 12, QS Al-An’am ayat 59, dan QS Qaf ayat 16.

10. Dalil sifat Hayat (Maha Hidup): QS Al-Furqan ayat 58, QS Ghafir ayat 65, dan QS Thaha 111.

11 & 12. Dalil sifat Sama’ (Maha Mendengar) dan Bashar (Maha Melihat): QS Al-Mujadalah ayat 1, QS Thaha ayat 43-46.

13. Dalil sifat Kalam (Maha Berfirman): QS An-Nisa ayat 164, QS Al-A’raf ayat 143, dan QS Asy-Syura ayat 51.

Dua puluh sifat yang wajib bagi Allah tersebut di atas dibagi kepada 4 bagian, yaitu:

1. Sifat Nafsiyyah. Artinya: Sifat yang tidak bisa difahami Dzat Allah tanpa adanya sifat. Sifat Nafsiyyah ini hanya satu sifat, yaitu: sifat wujud.

2. Sifat Salbiyyah. Artinya: Sifat yang tidak pantas adanya di Dzat Allah swt. Sifat Salbiyyah ini jumlahnya ada lima sifat, yaitu: Qidam, Baqa, Mukhalafah lil Hawaditsi, Qiyamuhu bin Nafsi, dan Wahdaniyyah.

3. Sifat Ma’ani. Artinya: Sifat yang tetap dan pantas di Dzat Allah dengan kesempurnaan-Nya. Sifat Ma’ani ini jumlahnya ada tujuh sifat, yaitu: Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, dan Kalam.

4. Sifat Ma’nawiyyah. Artinya: Sifat yang merupakan cabang dari sifat Ma’ani. Sifat Ma’nawyyah ini jumlahnya ada tujuh sifat, yaitu: Kaunuhu Qadiran, Kaunuhu Muridan, Kaunuhu ‘Aliman, Kaunuhu Hayyan, Kaunuhu Sami’an, Kaunuhu Bashiran, dan Kaunuhu Mutakalliman.

*****

II. DALIL-DALIL SIFAT JA’IZ BAGI ALLAH

a. QS Al-Qashash ayat 68

b. QS Al-Imran ayat 26

c. QS Al-Baqarah ayat 284

CATATAN PENTING:

Pokok-pokok Ilmu Tauhid (مبادئ علم التوحيد):

1. Definisi Ilmu Tauhid (حده):

Ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat Allah dan para rasul-Nya, baik sifat-sifat yang wajib, mustahil maupun ja’iz, yang jumlah semuanya ada 50 sifat. Sifat yang wajib bagi Allah ada 20 sifat dan sifat yang mustahil ada 20 sifat serta sifat yang ja’iz ada 1 sifat. Begitupula sifat yang wajib bagi para rasul ada 4 sifat (sidiq. tabligh, amanah, dan fathanah) dan sifat yang mustahil ada 4 sifat (kidzb / bohong, kitman / menyembunyikan, khianat, dan bodoh) serta sifat yang ja’iz ada 1 sifat. 50 sifat ini dinamakan “Aqidatul Khomsin / عقيدة الخمسين “. Artinya: Lima puluh Aqidah.

2. Objek atau Sasaran Ilmu Tauhid (موضوعه): Dzat Allah dan sifat-sifat Allah.

3. Pelopor atau Pencipta Ilmu Tauhid (واضعاه): Imam Abul Hasan Al-Asy’ari (260 H – 330 H / 873 M – 947 M ) dan Imam Abul Manshur Al-Mathuridi ( 238 – 333 H / 852 – 944 M ).

4. Hukum Mempelajari Ilmu Tauhid (حكمه): Wajib ‘ain dengan dalil ijmali (global) dan wajib kifayah dengan dalil tafshili.

5. Nama Ilmu Tauhid (اسمه): Ilmu Tauhid, Ilmu Ushuluddin, Ilmu Kalam dan Ilmu ‘Aqa’id.

6. Hubungan Ilmu Tauhid dengan Ilmu-ilmu lain (نسبته): Asal untuk ilmu-ilmu agama dan cabang untuk ilmu selainnya.

7. Masalah-masalah Ilmu Tauhid (مسائله): Sifat-sifat wajib, mustahil, dan ja’iz bagi Allah swt dan para Rasul-Nya.

8. Pengambilan Ilmu Tauhid (استمداده): Diambil dari Al-Qur’an, Al-Hadits, dan akal yang sehat.

9. Faedah Ilmu Tauhid (فائدته): Supaya sah melakukan amal-amal sholeh di dunia.

10. Puncak Mempelajari Ilmu Tauhid (غايته): Memperoleh kebahagian, baik di dunia maupun akherat dan mendapat ridha dari Allah swt serta mendapat tempat di surga.

Wallahu a’lam…..